KONSEP MERDEKA BELAJAR ALA MENTERI NADIEM


<h1>KONSEP MERDEKA BELAJAR ALA MENTERI NADIEM

Selama masa pandemi wabah covis-19, pendidikan di Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengurangi penyebaran virus ini adalah meniadakan jam tatap muka di sekolah. Para siswa diminta mengikuti anjuran untuk belajar dari rumah. Dengan segala permasalahan yang ada, program ini memang belum bisa berlangsung secara optimal.

Terbaru, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia yang saat ini dipimpin oleh Nadiem Makarim telah mengeluarkan program “Merdeka Belajar”. Kebijakan ini dianggap revolusioner oleh pemerhati maupun praktisi pendidika Indonesia sehingga menjadai bahan pembicaraan di berbagai forum. Salah satu pelaksanaan program ini  adalah dengan penghapusan Ujian Nasional (UN) mulai tahun 2021 diganti dengan sistem penilaian Asesmen Kompetensi Minimum dan survei karakter. Menurut Nadiem, asesmen kompetensi minimum adalah kompetensi yang benar-benar minimum dimana kita bisa memetakan sekolah-sekolah dan daerah-daerah berdasarkan kompetensi minimum. Hal ini ia sampaikan pada kegiatan peluncuran empat pokok kebijakan pendidikan “Merdeka Belajar’, di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

<h2> Alasan Program “Merdeka Belajar”

Nadiem Makarim menyatakan bahwa saat ini nilai bukanlah penentu kompetensi seseorang, akreditas bukan juga menjadi tolak ukur kemampuan yang baik. Hal senada juga disampaikan oleh Rocky Gerung bahwa ijazah itu menandakan bahwa kita pernah sekolah bukan membuktikan bahwasannya kita pernah berpikir.

Peningkatan mutu sumber daya manusia menghadirkan masyarakat yang kaya akan kreatifitas dalam pengaktualisasian ilmunya sendiri dan memaksa supaya tidak berpikir monoton merupakan tujuan yang paling utama dalam perubahan kebijakan pendidikan saat ini. Fokus pada peningkatan tiga indikator yaitu numerasi, merupakan peningkatan kemampuan penguasaan tentang angka-angka, literasi yaitu kemampuan menganalisa bacaan, dan memahami di balik tulisan tersebut dan pembinaan karakter yanitu melakukan pembelajaran gotong royong ke-bhinnekaan dan sebagainnya.

<h2>Pelaksanaan Program “Merdeka Belajar”

Secara bertahap, pemerintah akan mengganti proses Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi

Tentu saja, masih ada pro kontra di masyarakat terkait. Semoga setiap kebijakan yang diambil pemerintah dapat terlaksana dengan baik sehingga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

sumber ilustrasi www. hipwee. com

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *